Jumat, 1 Agustus 2014
Radio Streaming
Radio Dian Mandiri
Listening Now >>
Visitor Counter
Devotional

AIR MATA PENYESALAN
25 Jul 2014

Suara isak tangis memenuhi seluruh ruangan. Ada yang coba menahannya ada juga yang tidak mampu membendung air mata. Mereka menangis bukan karena melihat Angelina Sondakh mendapat vonis 12 tahun karena kasus korupsi. Airmata penyesalan itu bukan karena kalah dalam pemilihan. Hati mereka hanyut dalam kesedihan bukan lantaran gagal nyaleg padahal sudah habis habisan. Tetapi mereka menangis karena melihat sosok pria setengah baya yang meneteskan airmata saat istrinya dalam keadaan sekarat.

Ia mencoba menebus kembali waktu kebersamaan yang hilang karena panggilan hidup. Tugas pekerjaan itu telah merampok romantika cinta empat musim yang seharusnya mereka nikmati sebagai suami istri. Habibie baru menyadari bahwa ambisi membuat pesawat CN 250 sebagai industri strategis, telah mengorbankan cinta untuk istri yang dicintainya. Itulah salah satu hikmah pelajaran yang kami terima setelah menontoh film Habibie dan Ainun. Penyesalan memang datangnya selalu terlambat. Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak pernah menyesalinya, karena penyesalan selalu memberi pembelajaran berharga. 

Ada beberapa pembelajaran yang saya dapatkan. Sebagai pribadi saya juga merasa ditemplak sekaligus diberi semangat untuk menjadi seorang ayah yang lebih baik. Harus diakui bahwa hampir semua pria hidupnya "driven by achievment". Pencapaian hidup tidak bisa dipisahkan dari jati diri seorang pria. Ambisi untuk berhasil, mendapat kedudukan atau menjadi orang yang terhormat memang tidak salah. Namun jika untuk mencapai ambisi itu harus dengan mengorbankan aset hidup yang paling berharga maka ujung-ujungnya adalah penyesalan dan rasa kecewa.

Belajar dari kisah Habibie, diujung kehidupannya ia memang telah berhasil menempatkan kembali yang utama pada skala prioritas yang sebenarnya, yaitu waktu kebersamaan mereka yang ada dihatinya, istri dan anak anaknya. Popularitas akan pudar, kedudukan dan pangkat hanya sementara, harta nilainya bisa berubah dalam sekejap dan teman bisa datang dan pergi. Siapa yang akan menyertai kita menjalani sisa hidup hingga ajal menjemput? Bukan ajudan pribadi, bukan juga simpatisan partai, penggemar atau kolega bisnis. Tetapi istri atau pasangan hidup yang kita cintai.

Cinta adalah keputusan kehendak, dan bukan hanya didasarkan atas rasa semata. "Kamu adalah pria yang paling keras kepala yang pernah saya kenal dalam hidup ini, tetapi kalau saya harus memulai dari awal, saya akan tetap memilih kamu", kata Ainun saat hatinya sedang jengkel dengan suaminya. Tidak ada pasangan yang sempurna, karena keduanya berasal dari makluk yang tidak sempurna. Dan disinilah cinta menemui ujian. Bisakah kita mencintai orang yang berbeda dengan harapan yang penuh dengan kelemahan? Kalau cinta hanya mengandalkan perasaan, pasti tidak akan tahan lama. Ibu Ainun tahu bahwa mencintai berarti harus siap-siap menerima kekurangan dan kelebihan. Ia juga telah berhasil menjadi pendamping yang setia dalam menghadapi setiap pancaroba dalam kehidupan pernikahan mereka.

Dari semua hikmah yang saya dapat melalui film itu, yang paling kuat bicara di hati adalah "jangan lagi mentelantarkan kebutuhan emosi mereka, dan jangan ada lagi cinta yang terluka karena ambisi, nama atau cita-cita." Itulah suara yang menggema didalam dada saat kami pulang meninggalkan Beachwalk Kuta. Meskipun film itu diakhiri dengan "Sad ending", tetapi kami pulang kerumah dengan "Happy beginning" Kado buat pernikahan kami.

 

Download segera aplikasi "MAKING LIFE BETTER" untuk bikin hidup lebih bik....!!!





Loading...

  Your Comment

Add Your Comment :

Nama :
Web :
E-mail :
Your Comment :
   



Social Network



  @pauluswiratno

Video Broadcasting


More Videos >>
Image Gallery

More Images >>

Newsletter

Enter your e-mail address to sign up





Copyright 2007 - 2012 Paulus Wiratno Ministries. All rights reserved.
Design by anakradja, www.graphicdesignbali.com